aPa aku terkena “pre married syndrome “

Posted: September 16, 2010 in Uncategorized

apalah aku bermimpi???? ternyata sekarang aku sudah besar iah… udah waktunya aku dipinang? hemmm…….

waktu jaman sekarang emang cepet bangedh berlalu. seingatku baru aja aku belajar memanggil “ibu”, pergi ke sekolah pertama yaitu “TK (Taman Kanak-kanak), belajar puasa, belajar shalat, mengenal hal – hal baru yang belum pernah aku tau waktu di dalam kandungan ibu ku, dan masih banyak lagi hal yang tanpa aku sadari sekarang aku sudah didepan gerbang pernikahan.

apa dia emang sudah ditakdirkan sebagai jodohku? waullahu alam… yang  jelas dia yang bakal jadi suami ku sebentar lagi (insyaAllah kalo yang di atas nggak ngasih halangan apapun).  rasanya masih sedikit nggak percaya, “dia” orangnya. bukan laki – laki yang dulu pernah ku impikan jadi suami ku waktu dulu jadi kekasih heehe (sekarang dah mantan). sekali lagi rasa syukurku selalu aku panjatkan kepada Allah SWT. memberikan seorang pria seperti j**** yang disiapkan untuk menjadi imamku kelak.

tapi masalahnya sekarang justru ada di aku nieh. Bebarapa ketakutan yang nggak beralasan yang bikin aku kadang kayak orang gila sendiri dalam kamar… hufffttttt….

tapi setelah baca tulisan ini aku jadi mengerti, kenapa aku   …

“banyak orang bilang seberapa-pun lamanya sepasang kekasih berpacaran meski hubungannya baik-baik saja pasti di masa-masa mendekati pernikahan akan terjadi guncangan hebat pada hubungan tersebut. ini karena ada perbedaan visi yang baru disadari perempuan mempunyai impian untuk menikah sedangkan lelaki mempunyai impian untuk membina keluarga benarkah demikian?
***********************************************

itulah yang disebut (p-m-s) pre married syndrome. hal yang sangat biasa terjadi karena di saat seperti inilah sebuah perbedaan visi antara sepasang kekasih baru terlihat perempuan secara tidak sadar selalu berpikir soal pernikahan sedangkan lelaki berpikir bagaimana membina sebuah keluarga

ini bukan berarti perempuan samasekali tak memikirkan bagaimana keluarganya kelak dan sebaliknya lelaki bukan tak peduli dengan pernikahan namun ada perbedaan skala prioritas di sini dan ini adalah bagian yang harus dilalui

“tapi jangan menghindar, ini adalah bagian yang pasti, dan harus dilalui”

menikah bukan berarti petualangan hidup berakhir tapi justru sebuah lembaran hidup yang baru harus dijalani”

huaaaammm…. lega rasanya tau semuanya sekarang. jadi nyesel kalo kadang bawaannya marah sama si “dia”. harap dimaklumi iah… ada suatu ketakutan yang aku sendiri gak tau kenapa muncul dari dalam hatiku yang paling dalam. ada yang bilang karena aku anak pertama, ada yang bilang aku grogi bakal tinggal sama suami nanti, and bla … bla … bla …

sekaLi lagi hal baru yang aKu dapat sebelum menempuh hari baru itu. semoga lancar di hari – H nya nanti dan langgeng sampai Allah memanggil salah satu dari kita. amien …

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s